StartupTemukan peluang usaha terbaru di tahun 2018

Fahami Syarat dan Cara Pengajuan KUR BRI Agar Mudah Diterima

Kredit Usaha Rakyat atau KUR merupakan salah satu program yang ditawarkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha kecil menengah. Program KUR BRI sendiri didasarkan pada landasan hukum yaitu Kepres No. 19 tahun 2015 tentang kebijakan bantuan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menegah.

Program KUR tidak hanya diselenggarakan oleh BRI saja. Bank-bank lain pun turut menawarkan program yang sama. Namun ternyata KUR yang dikeluarkan BRI tampaknya lebih populer. Hal ini mungkin karena BRI lebih siap dari sisi permodalan juga infrastrukturnya.

Syarat Dan Cara Pengajuan KUR BRI

Program KUR BRI terbukti telah banyak membantu pengembangan usaha rakyat. Namun meskipun demikian, ternyata masih banyak masyarakat yang belum faham dengan program ini apalagi memanfaatkannya.

Sektor Usaha Alokasi KUR

Perlu diketahui, program KUR BRI hanya diperuntukan bagi beberapa sektor usaha berikut ini:

Pertanian, meliputi tanaman holtikultura, tanaman pangan, peternakan, dan tanaman perkebunan.

Perikanan, meliputi usaha perikanan seperti penangkapan dan budidaya perikanan ( pembibitan dan pembesaran)

Industri Kreatif, seperti kerajinan, fesyen, pengolahan hasil pertanian, periklanan, dan lin sebagainya.

Perdagangan, meliputi berbagai usaha perdagangan seperti usaha kuliner, toko sembako, dan lain-lain.

Jasa, berbagai usaha di bidang jasa dapat memanfaatkan dana KUR seperti jasa transportasi, hiburan, pendidikan, dan yang lainnya.

Penerima dan Jenis KUR BRI

KUR pada dasarnya diperuntukan bagi masyarakat Indonesia. Namun tentunya Bank memiliki kebijakan tersendiri berkaitan dengan penerima KUR. Hal ini bertujuan supaya program ini tertap berjalan secara simultan. Berikut ini klasifikasi penerima dan jenis KUR BRI.

Usaha Mikro, merupakan jenis usaha milik orang atau perseorangan atau badan usaha dengan kekayaan bersih tidak lebih dari Rp 50 juta, atau memiliki hasil penjualan per tahun tidak lebih dari Rp 300 Juta.

Usaha kecil, adalah usaha produktif milik seorang, perseorangan atau badan usaha dengan kekayaan bersih antara Rp 50 – Rp 500 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan, atau memiliki penjualan tahunan antara Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar.

Usaha menengah, adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha dengan kekayaan bersih lebih dari Rp. 500 juta –  Rp. 10 miliar ( tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.2.5 m –  Rp. 50 miliar.

Koperasi, adalah Badan Usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Syarat dan Cara Mendaftar KUR BRI

Semua program perbankan tentulah memiliki persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi oleh nasbahnya, begitu juga dengan program KUR BRI. Berikut ini persyaratan dan cara pendaftaran KUR BRI yang harus diperhatikan apabila anda bermaksud mengikuti program ini.

Persyaratan Umum

  1. Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan dari perbankan atau Kredit Program Pemerintah kecuali kredit konsumtif (kendaraan, rumah, dll)
  2. Bagi UMKMK yang masih tercatat Sistem Informasi Debitur BI, tetapi sudah melunasi pinjaman, harus menyertakan Surat Keterangan Lunas dari Bank terkait
  3. Khusus untuk KUR Mikro, tidak dilakukan pengecekan pengecekan Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia.

Persyaratan Khusus/Dokumen

  1. Identitas diri, seperti KTP, SIM, Kartu Keluarga, dll.
  2. Legalitas usaha, seperti akta pendirian, akta perubahan
  3. Perzinan usaha, seperti SIU, TDP, SK Domisili, dll
  4. Catatan pembukuan atau laporan keuangan
  5. Salinan bukti agunan

Prosedur Pengajuan

  • Pemohon /UMKM mengajukan surat permohonan KUR kepada pihak BRI dengan melampirkan dokumen legalitas usaha, perizinan usaha, catatan keuangan dan lain-lain.
  • Pihak BRI melakukan analisa kelayakan usaha pemohon/UMKMK data yang telah diterima.
  • Apabila menurut BRI usaha pemohon/UMKMK layak, maka pihak BRI menyetujui permohonan KUR. Keputusan pemberian KUR sepenuhnya merupakan kewenangan pihak BRI.
  • Pihak BRI dan pemohon/UMKMK menandatangani Perjanjian Kredit/Pembiayaan.
  • Pemohon/UMKMK wajib membayar angsuran KUR sampai lunas sesuai waktu yang telah ditentukan.

Demikianlah syarat dan cara pengajuan KUR BRI yang mungkin dapat membantu anda para pelaku UMKM yang hendak mengikuti program KUR ini. Hal yang paling penting diperhatikan ketika hendak mengambil KUR adalah kesiapan usaha. Sering kali pelaku usaha tidak mampu merealisasikan dana yang didapat lantaran usaha yang dijalankan tidak berkelanjutan. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *