StartupTemukan peluang usaha terbaru di tahun 2018

DIFTERI : kenali Gejala dan Pencegahannya!

Di akhir tahun 2017 ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kembali adanya wabah penyakit Difteri yang pada tahun 2011 silam pernah menyerang.

Menurut Kementrian Kesehatan, bahwa kemungkinan penyakit Difteri ini disebabkan karena Imunisasi DPT ulang setiap sepuluh tahun sekali tidak dilaksanakan oleh masyarakat.

Karena semakin banyaknya masyarakat yang terkena penyakit Difteri ini, maka saat ini cairkan.com akan menjelaskan kepada pembaca sekalian agar lebih mengenal tanda-tanda dari penyakit difteri itu sendiri.

Apa sih penyakit Difteri itu?

Difteri adalah infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir, hidung, dan tenggorokan. Selain itu penyait Difteri juga kadang akan mempengaruhi kulit, sebab rata-rata korban penyakit difteri ini mengalami luka di kulit.

Penyakit Difteri tergolong kepada penyakit yang sangat menular dan parahnya lagi penyakit ini bisa mematikan.

Gejala-gejala Difteri

Sebenarnya penderita penyakit Difteri ini bisa dideteksi sejak awal dengan melihat gejala-gejala seperti:

  • Nafsu makan menurun dan cenderung lesu,
  • Adanya lendir di hidung yang berwarna kuning kehijauan, bahkan kadang disertai darah
  • Leher terlihat bengkak dan selalu merasakan nyeri saat menelan makanan.

Bila diantara pembaca mengalami gejala-gejala tersebut, baiknya cepat datangi dokter terdekat untuk diperiksa.


Cara pencegahan!
Kementrian Kesehatan dalam websitenya menyatakan bahwa salah satu cara untuk mencegah penyakit Difteri ini adalah dengan imunisasi.

Adapun imunisasi yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit difteri ini adalah:

  1. Untuk usia yang kurang dari satu tahun, maka harus dilakukan tiga kali imunisasi Difteri DPT. Jadi secara lengkap anak mendapatkan vaksinasi.
  2. Usia 1 sampai 5 tahun, ada dua kali imunisasi ulang.
  3. Untuk usia sekolah maka lakukan imunisasi ulang program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program ini biasanya selalu dilaksanakan oleh pemerintah kepada siswa-siswa sekolah.
  4. Untuk yang sudah dewasa, bukan berarti anda tidak harus melakukan imunisasi atau terbebas dari imunisasi. Nampaknya ini yang banyak diabaikan oleh masyarakat saat ini, orang dewasa cenderung merasa tidak perlu untuk imunisasi padahal imunisasi bagi orang dewasa juga penting dilakukan setiap 10 tahun sekali. Hal tersebut dilakukan karena kerentanan tubuh kita terhadap bakteri Difteri ini bisa masuk kapan saja, termasuk kepada yang sudah dewasa.

Oke pembaca sekalian, itulah ulasan cairkan.com mengenai penyakit difteri. Semoga kita terhindar dari penyakit ini, tentunya dengan melakukan Imunisasi ulang dan juga selalu membiasakan diri hidup sehat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *